Niat Doa Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Arab dan Artinya

Ubai.web.id – Doa zakat fitrah. Zakat fitrah merupakan zakat diri yang diwajibkan atas setiap individu laki-laki dan perempuan muslim serta berkemampuan sesuai syarat-syarat yang telah ditetapkan. Zakat ini juga dikenal dengan zakat jiwa.

niat zakat fitrah

Zakat fitrah diberikan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, tepatnya di hari-hari terakhir bulan Ramadhan kepada orang yang berhak menerima zakat fitrah. Besarnya zakat adalah senilai 2,5 kilogram beras atau 3,5 liter beras dan hukumnya wajib.

Pada saat memberi zakat fitrah, umat muslim dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Begitu pula dengan yang menerima zakat fitrah juga dianjurkan melafadzkan bacaan niat terlebih dahulu. Tujuannya agar zakat yang diberikan menjadi berkah.

Nah di sini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai bacaan lafadz doa niat zakat fitrah untuk diri sendiri yang benar. Anda bisa menyimak seluruh ulasan lengkapnya pada pembahasan bahasa Arab, teks latin, dan terjemahan Indonesia di bawah ini.

Bacaan Doa Zakat Fitrah

niat zakat fitrah

Lafadz niat zakat fitrah terbagi menjadi dua, yaitu niat ketika memberi zakat dan niat ketika menerima zakat. Berikut adalah lafadz teks bacaan doa niat memberi dan menerima zakat fitrah untuk diri sendiri, dalam bahasa Arab, latin, dan artinya lengkap.

1. Niat Memberi Zakat Fitrah

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardlol lillahi ta’aalaa.

Artinya:
“Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri, fardlu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Menerima Zakat Fitrah

آجَرَكَ اللَّهُ فِيما أعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوراً وَبَارَكَ لَكَ فِيما أَبْقَيْتَ

Aajarakallahu fiimaa a’thaita wa ja’alahu laka thahuuran wa baaraka laka fiimaa abqaita.

Artinya:
“Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan, menjadikannya penyuci bagimu dan melimpahkan berkah terhadap hartamu yang tersisa.”

Golongan yang Wajib Memberi Zakat Fitrah

Sebagai rukun Islam yang keempat, zakat menjadi wajib dijalankan bagi umat muslim di seluruh dunia. Siapa saja yang berhak membayar zakat menurut agama Islam?

  • Beragama Islam
  • Berakal dan baligh atau dewasa
  • Orang yang merdeka atau tidak diperbudak
  • Memiliki nisab atau kelebihan harta
  • Seseorang yang memiliki hartanya secara penuh dan diperoleh dengan cara halal
  • Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Tidak semua bisa mendapatkan zakat fitrah, melainkan hanya orang-orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya saja. Siapa saja orang yang berhak menerima zakat?

  • Fakir, merupakan orang-orang yang memiliki harta tapi sangat sedikit. Mereka tidak memiliki penghasilan tetap sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
  • Miskin, adalah orang-orang yang punya harta namun jug tak begitu banyak. Penghasilannya sehari-hari mereka ada, namun hanya cukup untuk makan, minum dan tak lebih dari itu. 
  • Amil, yaitu orang-orang yang mengurus zakat fitrah, mulai dari penerimaan hingga menyalurkannya kepada orang yang berhak menerima zakat. 
  • Mu’allaf, yaitu orang yang dulunya bukan beragama Islam dan baru masuk Islam. Tujuan zakat kepada mu’allaf supaya mereka semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah SAW sebagai tuhan dan Muhammad SAW sebagai rasul-Nya. 
  • Riqab, yaitu orang-orang yang dijadikan budak oleh si kaya. Zakat fitrah yang diberikan digunakan untuk membayar para budak agar mereka dimerdekakan dan tak lagi diperbudak. Mereka yang memerdekakan budak juga berhak mendapatkan zakat.
  • Gharim, merupakan golongan yang memiliki hutang, namun yang berhutang untuk kepentingan maksiat maka hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur. 
  • Fi Sabilillah, adalah mereka yang melakukan hal-hal dengan tujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Contohnya, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, madrasah diniyah, panti asuhan, serta masih banyak lagi. 
  • Ibnu Sabil, disebut juga sebagai musafir atau seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh, ibnu sabil juga termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan. 

Kesimpulan

Cukup sekian pembahasan dari kami mengenai doa zakat fitrah, doa bayar zakat fitrah, doa terima zakat fitrah, doa setelah zakat fitrah, doa untuk zakat fitrah, doa menerima zakat fitrah yang shahih, doa memberi zakat fitrah, doa niat zakat fitrah untuk diri sendiri, doa menerima zakat fitrah bahasa arab.

Baca: