Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ayat Kursi Surat dan Ayat Berapa Beserta Artinya

Daftar Isi [Tampil]

Ubai.web.id - Doa ayat kursi. Ayat kursi merupakan ayat yang palig agung dalam Al-Quran. Ini merupakan surat Al-Baqarah ayat ke-255 yang memiliki keutamaan luar biasa dari berbagai kandungan maknanya.

ayat kursi

Dengan memanjatkan ayat kursi, kita bisa mengetahui betapa ajaibnya ayat tersebut. Dengan izin Allah SWT, ayat kursi bisa menjadi doa pelindung dari marabahaya, kunci rezeki, kunci jodoh, hingga kunci surga firdaus dari Allah SWT.

Ayat ini dinamakan sebagai ayat kursi karena di dalam ayat ini terdapat kata kursiyyuhu. Dalam Tafsir Al Munir, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan makna asal Al Kursi adalah Imu sehingga sebutan al karaasi juga disepakati sebab mereka adalah orang yang dijasikan pegangan atau sandaran.

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai bacaan doa ayat krusi dalam bahasa Arab, latin, dan artinya. Silahkan simak pembahasan lengkapnya yang benar lengkap beserta manfaat dan keutamaannya di bawah ini.

Bacaan Doa Ayat Kursi Arab Latin dan Artinya

Langsung saja silahkan simak lafadz bacaan doa ayat kursi lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan teks terjemahan Indonesia sesuai sunnah di bawah ini. Simak langsung ayat kursi menurut hadits dan dalil shahih berikut ini.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim)

Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Keutamaan dan Manfaat Ayat Kursi
Bila dipanjatkan secara khusyuk, ayat kursi memiliki banyak keutamaan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Tidak Ada yang Mengganggu

Pada saat tidur Abu Ayyub sering didatangi jin. Kemudian ia melaporkan hal ini kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian beliau berkata.

بسم الله اجيبي رسول الله

Bismillah, tunduklah kepada Rasulullah

Ketika jin itu datang, Abu Ayyub mengucapkan kalimat tersebut dan akhirnya ia dapat menangkapnya. Tetapi jin itu berkata “Sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi.”

Maka Abu Ayyub melepaskannya. Abu Ayyub datang menghadap Nabi dan beliau bertanya “Apa yang telah dilakukan oleh tawananmu?” Abu Ayyub menjawab, “Aku dapat menangkapnya dan ia berkata bahwa dirinya tidak akan kembali lagi, akhirnya kulepaskan.” Nabi menjawab, “Sesungguhnya dia akan lagi.”

Abu Ayyub melanjutkan kisahnya: aku menangkapnya kembali sebanyak dua atau tiga kali. Setiap kutangkap, ia mengatakan, “aku sudah kapok dan tidak akan kembali menggoda lagi.” Aku datang lagi kepada Nabi dan beliau bertanya, “Apakah yang telah dilakukan oleh tawananmu?” Aku menjawab, “Aku menangkapnya dan ia berkata bahwa dia tidak akan kembali lagi.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya dia akan kembali lagi.”

Kemudian aku menangkapnya kembali dan ia berkata, “Lepaskanlah aku dan aku akan mengajarkan kepadamu satu kalimat yang jika kamu ucapkan niscaya tidak ada sesuatu yang berani mengganggumu yaitu ayat kursi.”

Abu Ayyub datang kepada Nabi dan menceritakan hal itu kepada beliau. Lalu Nabi bersabda, “Engkau benar, tetapi dia banyak berdusta.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir ayat kursi)

2. Setan Tak Berani Mendekat

Dalam riwayat Abu Hurairah, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memerintahkannya untuk menjaga zakat Ramadhan. Tiba-tiba datang seseorang mengambil sebagian dari zakat yang dijaganya itu. Kemudian Abu Hurairah menangkapnya.

“Sungguh aku akan melaporkan kamu kepada Rasulullah.”

“Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku orang yang miskin dan banyak anak serta aku dalam keadaan sangat memerlukan makanan.”

Abu Hurairah lantas melepaskannya.

Paginya, Rasulullah bersabda, “Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan oleh tawananmu tadi malam?”

“Wahai Rasulullah, dia mengatakan tentang kemiskinan yang sangat dan banyak anak hingga aku kasihan kepadanya maka kulepaskan dia.”

“Ingatlah sesungguhnya dia akan telah berdusta kepadamu dan dia pasti akan kembali lagi.”

Abu Hurairah yakin pencuri itu akan kembali sebagaimana sabda Nabi. Maka diintailah pencuri itu. Saat ia datang, Abu Hurairah pun kembali menangkapnya. Paginya, Rasulullah memberitahukan bahwa pencuri itu akan kembali lagi.

Malamnya, Abu Hurairah kembali mengintai pencuri itu. Ternyata dia datang lagi lalu mengambil sebagian dari zakat itu. Abu Hurairah kembali menangkapnya.

“Sungguh aku akan menghadapkan dirimu kepada Rasulullah kali ini. Untuk yang ketiga kalinya kamu katakan bahwa dirimu tidak akan kembali lagi tetapi ternyata kamu kembali lagi.”

“Lepaskanlah aku. Aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang akan membuatmu mendapat manfaat dari Allah karenanya.”

“Kalimat-kalimat apakah itu?”

“Apabila kamu hendak pergi ke peraduan, maka bacalah ayat kursi. Sesungguhnya engkau akan terus menerus mendapat pemeliharaan dari Allah dan tiada setan yang berani mendekatimu hingga pagi hari.” Maka aku lepaskan dia.

Abu Hurairah pun lantas melepaskannya.

Pada pagi harinya, Rasulullah bertanya kepada Abu Hurairah. Setelah Abu Hurairah menceritakan semuanya, maka Nabi bersabda, “Ingatlah sesungguhnya dia percaya kepadamu tetapi dia sendiri banyak berdusta. Hai Abu Hurairah, tahukah kamu siapa yang kamu ajak bicara selama tiga malam itu?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak.” Nabi bersabda, “dia adalah setan.”

Kesimpulan
Demikian singkat dan jelas pembahasan dari kami mengenai doa ayat kursi, surat ayat kursi, surah ayat kursi, doa ayat kursi, download ayat kursi, arti ayat kursi, surat ayat kursi latin, manfaat ayat kursi, menghafal ayat kursi, ayatul kursi.

Baca: